PENGEMBANGAN KOMIK BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK MATERI BANGUN DATAR KELAS 3 SEKOLAH DASAR

 

PENGEMBANGAN KOMIK BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK MATERI BANGUN DATAR KELAS 3 SEKOLAH DASAR

Sri Widyastuti

Program Pendidikan Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Email: sriwidyastuti2507@gmail.com

PENDAHULUAN

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1, menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Matematika merupakan ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep yang saling berhubungan satu dengan lainnya, (Subekti 2011: 6). Banyak pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah salah satunya adalah pelajaran matematika. Saat ini masih banyak siswa yang berangapan bahwa matematika suatu pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan dikarenakan banyak penggunaan rumus-rumus perhitungan yang rumit dan tidak mudah untuk dipahami dan dihafal, sehingga tidak sedikit siswa yang kesulitan. Terlebih lagi kurangnya fasilitas dan penggunaan media pembelajaran yang digunakan guru. Hal ini yang menjadi penyebab kurang terpicunya perhatian siswa untuk memahami materi dan mengakibatkan nilai siswa menjadi kurang baik. Apalagi pada siswa Sd yang mana masih membutuhkan benda-benda nyata atau konkret untuk memahami sesuatu termasuk matematika.

Seiring dengan berjalannya waktu, pengelolaan alat bantu pembelajaran berupa media sangat dibutuhkan untuk membantu proses belajar mengajar. Media menurut Gerlach dan Ely (Arsyad, 2011: 3) adalah kejadian yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dengan demikian diperlukan suatu terobosan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan yaitu sebagai salah satu alternatif dalam pemilihan media pembelajaran yang tepat. Salah satunya dapat menggunakan media pembelajaran komik yang berbasis Pendekatan Matematika Realistik khususnya pada materi bangun datar. Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2013: 64), komik adalah suatu bentuk gambar kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar untuk memberikan hiburan kepada para pembacanya. Dengan begitu, akan mempermudah siswa dalam memahami materi karena komik berbasis PMR berisi gambar-gambar nyata dalam kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar. Bentuk-bentuk bangun datar akan digambarkan berdasarkan benda-benda nyata, sifat-sifat serta rumus bangun datar juga akan di kaitkan dengan wujud nyata. Misalnya: Ketika akan membuka pintu maka bentuk pintu berkaitan dengan bentuk dari bangun datar persegi panjang. Komik sangat efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan penelitian Dhita dan Tri (2018:1) dengan hasil N-Gain sebesar 0.89 yang termasuk dalam peningkatan tinggi. Penggunaan komik berbasis PMR bertujuan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi bangun datar dengan adanya gambar nyata yang disajikan dalam alur cerita dengan harapan siswa akan lebih termotivasi untuk membaca dan akan lebih tertarik pada matematika.

KAJIAN PUSTAKA

Komik

Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (dalam Dhita Agoes, 2018: 2) komik adalah suatu bentuk gambar kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar untuk memberikan hiburan kepada para pembacanya. Komik adalah suatu sajian cerita dengan seri gambar yang lucu. Buku komik menyediakan cerita-cerita yang sederhana, mudah ditangkap dan dipahami lainnya, sehingga sangat digemari baik oleh anak- anak maupun orang dewasa. Menurut Septy (dalam Dhita Agoes, 2018: 2) siswa menggambarkan komik sebagai hal yang menyenangkan, meningkatkan pemahaman dan ingatan siswa, dan penggunaan media komik sangat diminati siswa. Penggunaan media komik matematika siswa secara tidak sadar diajak untuk mempelajari matematika dari cerita komik tersebut.

Karakteristik komik menurut Sudjana dan Rivai (dalam Nursiwi Nugraheni, 2017: 2) bahwa komik terdiri atas berbagai situasi cerita bersambung dan bersifat humor. Menurut Smith (dalam Nursiwi Nugraheni, 2017:2) komik pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa dapat menemukan informasi yang ada melalui ilustrasi komik. Siswa dapat didorong untuk belajar mandiri dengan membaca dan memahami informasi yang ada di dalam komik.

Menurut Daryanto (dalam Nursiwi Nugraheni, 2017:2) komik memiliki beberapa kelebihan diantaranya mampu mendukung perkembangan imajinasi siswa dalam pembelajaran sehingga siswa tidak hanya terfokus dengan belajar menghafal (rote learning), penggunaan ilustrasi dalam komik dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa dan menemukan informasi yang terdapat didalamnya.

Pendekatan Realistik

Realistic mathematics education, yang diterjemahkan sebagai Pendidikan Matematika Realistik (PMR), adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang dikembangkan sejak tahun 1971 oleh sekelompok ahli matematika dari Freudenthal Institute, Utrecht University di Negeri Belanda. Pendekatan ini didasarkan pada anggapan Hans Freudenthal (dalam Syahyori:1) bahwa matematika adalah kegiatan manusia. Menurut Tarigan (dalam Sumianto, 2018: 3) PMR adalah model pembelajaran yang menempatkan realitas dan lingkungan siswa sebagai tolak awal pembelajaran. Sedangkan pengertian PMR menurut Sam (dalam Sumianto, 2018: 3) adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempermudah siswa menerima materi dan memberikan pengalaman langsung dengan pengalaman mereka sendiri.

Prinsip utama pembelajaran PMR menurut Streefland dalam Rini dan Ely (dalam Sumianto, 2018: 3) meliputi Constructing and Concfretizing (siswa membangun dan menemukan sendiri pengetahuan), Levels and Models (level pengetahuan abstrak yang bervariasi), reflection and Special Assinment (refleksi dan penilaian, penilaian dilihat dari proses pembelajaran untuk melihat hasil), Social Context and Interaction (Interaksi berhubungan dengan konteks sosial kultur), Structing and Intertwining (Struktur pengetahuan yang tidak terpisah, pengetahuan baru yang diperoleh dengan objek mental saling berhubungan).

Karakteristik PMR menurut Treffers dalam Wijaya (dalam Sumianto, 2018: 3) adalah sebagai berikut:

a.       Penggunaan konteks

Konteks yang dipakai dalam pembelajaran PMR merupakan awal untuk menyajikan permasalahan. Masalah bisa saja berupa permainan yang disajikan untuk menimbulkan permasalahan.

b.      Penggunaan pendekatan untuk matematisasi progresif

Penggunaan pendekatan berfungsi sebagai jembatan (bridge) dari pengetahuan dan matematika tingkat konkrit menuju pengetahuan matematika tingkat formal

c.       Pemanfaatan hasil konstruksi siswa

Hasil kerja dan konstruksi siswa digunakan untuk landasan pengembanagn konsep matematika. Karakteristik yang ketiga ini tidak hanya bermanfaat dalam membantu siswa memahami konsep matematika, tetapi juga sekaligus mengembangkan Aktifitas dan kreativitas siswa.

d.      InterAktifitas

Proses belajar seseorang bukan hanya suatu proses individu, melainkan juga secara bersamaan merupakan suatu proses sosial. Interaksi ini berguna dalam membangun kemampuan kognitif dan afektif sisiwa.

e.       Keterkaitan

Konsep-konsep dalam matematika tidak bersifat parsial, namun banyak konsep matematika yang memiliki keterkaitan. Tujuan dilakukan pengaitan dalam matematika berfungsi sebagai usaha untuk mengembangkan konsep-konsep ilmu yang lain sehingga siswa mampu memahami kosep-konsep matematika dan penerapannya.

Terdapat beberapa kelebihan pembelajaran secara PMR ini antara lain dalam Sumianto 2018: 4 sebagai berikut:

a.       Karena siswa membangun sendiri pengetahuannya, maka siswa tidak mudah lupa dengan pengetahuannya.

b.      Suasana dalam proses pembelajaran menyenangkan karena menggunakan realitas kehidupan, sehingga siswa tidak cepat bosan untuk belajar matematika.

c.       Siswa merasa dihargai dan semakin terbuka karena setiap jawaban siswa ada nilainya.

d.      Memupuk kerja sama dalam kelompok.

e.       Melatih keberanian siswa karena harus menjelaskan jawabannya.

f.       Melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat.

g.      Pendidikan berbudi pekerti, misalnya: saling kerja sama dan menghormati teman yang sedang berbicara.

Materi Bangun Datar

Bangun datar adalah bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Bangun-bangun geometri baik dalam kelompok bangun datar maupun bangun ruang merupakan sebuah konsep abstrak. Artinya bangun-bangun tersebut bukan merupakan sebuah benda konkret yang dapat dilihat maupun dipegang. Materi bangun datar merupakan materi pelajaran matematika yang dipelajari siswa kelas 3 SD pada semester 2. Indikator yang diharapkan akan dicapai adalah:

a.       Nama bangun datar berdasarkan bentuk-bentuknya

b.      Rumus keliling dan luas dari macam-macam bangun datar

c.       Sifat-sifat bangun datar

METODE

            Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh DICK and Carey. Adapun tahap-tahap dalam model pengembangan ADDIE adalah sebagai berikut (dalam Dhita Agoes, 2018: 3):

1.      Analyze (Analisis)

2.      Design (Perancangan)

3.      Development (Pengembangan)

4.      Implementation (Implementasi)

5.      Evaluation (Evaluasi)

Namun tahap implementation dan evaluation tidak dilaksanakan karena keterbatasan dari peneliti sehingga hanya sampai pada tahap Development dan divalidasi dari ahli.

Analyze (Analisis)

Tahap analisis bertujuan untuk mengumpulkan informasi untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan siswa SD dalam pembelajaran berlangsung dan guru guna menyampaikan materi bangun datar

Design (Desain)

Tahap desain merupakan tindak lanjut dari tahap analisis. Komik dirancang dan dikembangkan berdasarkan hasil analisis dalam tahap sebelumnya.

Development (Pengembangan)

Tahap pengembangan merupakan langkah dimana komik matematika dibuat berdasarkan desain yang telah ada. Langkah selanjutnya komik berbasis pendekatan matematika realstik diuji oleh ahli atau dosen pembimbing

PEMBAHASAN

            Menurut Susanto (dalam Nursiwi 2017: 3) mengungkapkan secara umum tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan matematika. Dalam belajar matematika anak akan lebih mudah memahami hal-hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Adanya media diharapkan dapat membantu siswa mempermudah memahami materi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Gerlach dan Ely (dalam Nursiwi 2017: 3) mengatakan bahwa media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Penelitian ini mengembangkan komik matematika berbasis pendekatan matematika relistik pada materi bangun datar kelas 3 SD sebagai media pembelajaran. Proses pengembangan dilakukan sesuai dengan model ADDIE yaitu meliputi Analyze, Design, Development. Namun tahap implementation dan evaluation tidak dilaksanakan karena keterbatasan dari peneliti sehingga hanya sampai pada tahap Development dan divalidasi dari ahli. Komik matematika ini berisi tentang materi bangun datar, gambar macam-macam bangun datar sesuai benda nyata, sifat bangun datar, rumus luas dan keliling serta di akhir komik terdapat latihan-latihan soal.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Dhita dan Tri Nova pada tahun 2018 menunjukkan bahwa penggunaan media komik dalam pembelajaran matematika efektif, praktis dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut hasil penelitian yang dilakukan Dhita dan Tri Nova:

            Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa hasil validasi diatas diperoleh kategori baik untuk aspek materi, aspek tampilan, serta aspek isi. Sehingga komik matematika valid untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Data hasil lembar kepraktisan komik matematika memperoleh kategori sangat baik oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komik matematika praktis digunakan.

Berdasarkan hasil pretest dan posttest yang dihitung dengan rumus N-Gain diperoleh peningkatan sebesar 0.89 yang termasuk dalam kategori peningkatan tinggi sehingga komik matematika efektif dan efisien digunakan dalam pembelajaran.

PENUTUP

            Pengembangan komik matematika berbasis pendekatan matematika realistik di susun dengan menggunakan software CorelDraw X7 yang terdiri dari cover, isi (materi bangun datar), latihan-latihan soal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangan komik berbasis pendekatan matematika realistik pada materi bangun datar kelas 3 SD valid, efektif, praktis serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

 

 

 

 

DAFTRA PUSTAKA

Agoes, Dhita. Tri. 2018. Pengembangan Media Komik Matematikapada Materi Pecahan Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Volume 5 No. 1, Maret 2018

Nugraheni, Nursiwi. 2017. Penerapan Media Komik Pada Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar. Jurnal Refleksi Edukatika 7 (2) (2017)

Sumianto. 2018. Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (Pmr) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Al-Azim Sdit Raudhatur Rahmah Pekanbaru. Jurnal Basicedu Volume 2 Nomor 1

Komentar